Bekerja keras untuk mencapai target memang perlu dilakukan, tetapi
bukan berarti hal itu sampai menyita waktu istirahat kita. Bekerja dan
istirahat perlu dilakukan dengan seimbang demi menunjang kesehatan yang
selalu prima.
Sayangnya, sering kali orang tidak sadar sedang
mengorbankan kesehatannya sendiri demi pekerjaan. Misalnya dengan
bekerja hingga larut malam, bahkan tidak tidur berhari-hari demi
menyelesaikan pekerjaan sebelum
deadline. Padahal hal itu sangat berbahaya bagi kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kematian.
Seperti yang baru-baru ini terjadi pada seorang
copywriter
di salah satu perusahaan iklan, Mita Diran. Perempuan yang terbilang
muda itu meninggal dunia pada Minggu (15/12/2013) malam setelah bekerja
tak kenal waktu. Menjelang kematiannya, diketahui Mita bekerja tiga hari
tanpa tidur.
"30 hours of working and still going strooong," tulis Mita di akun jejaring sosial Twitter miliknya @mitdoq.
Dikabarkan
juga, selama lembur Mita mengonsumsi minuman penambah energi yang
berkafein tinggi. Minuman tersebut memang dapat memberikan stimulan bagi
tubuh, tetapi sifatnya hanya sementara dan sebenarnya tidak
menghilangkan lelah.
Berita kematian Mita sejak semalam dan hari
ini ramai dibicarakan di Twitter dan Path. Ibu dari Mita, Yani Syahrial,
sempat menulis,
Hi everyone, since last night and until now my
daughter who is a copywriter in Y&R in coma in RSPP. Chances not
very good. She collapsed after continuous working overtime for 3 days
last night. Working over the limit. I have not slept since then.
Tulisan
dari sang ibu itu kemudian dibagikan oleh pengguna Path, Shalini, yang
juga berpesan untuk menyadari batasan tubuh sendiri. "Don't push
yourself too hard," tulisnya.